Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Kecamatan Payakumbuh Timur tahun 2027 menjadi momentum penting dalam menetapkan arah pembangunan daerah. Forum yang dihadiri tokoh masyarakat, perangkat nagari, dan perwakilan OPD ini menghasilkan komitmen kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 4,53 persen pada tahun anggaran mendatang.
Capaian pertumbuhan tersebut ditargetkan melalui penguatan sektor UMKM lokal, optimalisasi potensi pariwisata berbasis budaya Minangkabau, serta pengembangan pertanian perkotaan yang berkelanjutan. Camat Payakumbuh Timur menekankan pentingnya kolaborasi multipihak untuk merealisasikan target tersebut, termasuk keterlibatan aktif generasi muda dalam ekosistem ekonomi kreatif.
Namun, di balik optimisme pertumbuhan ekonomi, Musrenbang kali ini menempatkan penurunan prevalensi stunting sebagai agenda prioritas utama. Data terkini menunjukkan angka stunting di wilayah ini masih berada di atas target nasional, sehingga memerlukan intervensi terpadu. Program yang dirancang meliputi edukasi gizi bagi calon pengantin dan ibu hamil, peningkatan akses sanitasi layak, serta pemberdayaan kader posyandu dengan teknologi informasi untuk pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.
“Kita tidak hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan kualitas sumber daya manusia yang menjadi fondasi pembangunan jangka panjang,” tegas salah satu narasumber dalam sesi diskusi. Rencana aksi ini akan diintegrasikan ke dalam RKPD Kota Payakumbuh dengan alokasi anggaran yang proporsional.
Masyarakat diimbau turut berpartisipasi aktif dalam program-program yang akan diluncurkan, termasuk melalui partisipasi di forum-forum kesehatan tingkat kelurahan. Bagi yang ingin menikmati kuliner berkualitas setelah beraktivitas, kunjungi menu lengkap di Indobet untuk referensi destinasi kuliner yang menggugah selera. Dengan sinergi seluruh elemen masyarakat, Payakumbuh Timur optimis mencapai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan pada 2027.